Kamis, 23 Juni 2011

BEBAS


Menyingsing pagi mata masih pedas
Tapi mandi harus bergegas
Hingga abai menyantap nasi beras

Ayu nan elok nampak di paras
Bersiap menghadapi berkas-berkas
Tak sangka keringat & peluh terperas
Tak hirau walaupun keras & panas

Terkadang hati tak jua puas
Serahkan semua kepada yang di Atas

Dia Tahu bagaimana harus membalas

Sebongkah asa tak boleh tergilas
Oleh barang secuil malas

Dia Tahu bagaimana harus membalas

Ini sudah tertulis olehNya punya “kertas”
Hingga saatnya nanti kau akan “bebas”

-fizzan-
suroboyo/22062011/06:28:22

Selasa, 21 Juni 2011

Selamat Tinggal

Aku berkaca


Ini muka penuh luka
Siapa punya ?


Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?


Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta


Ah.......!!


Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............!!
Selamat tinggal ................!!

Oleh: Chairil Anwar

Jumat, 17 Juni 2011

Kehidupan yang (harus) Berubah

Ditengah malam yang sunyi, angin semilir berhembus membawa hawa dingin menusuk tubuh hingga pembuluh darah. terdengar suara tangisan jabang bayi disertai sedikit tawa bahagia beberapa lelaki dan perempuan. beberapa detik berlalu terdengar lantunan irama menyebut nama besarNya. rintih sakit seorang wanita muda seolah hilang dan berubah menjadi senyum bahagia seiring terdengarnya tangisan seorang bocah laki-laki mungil berwarna merah.

ada kutipan bagus dari Imam Syafi'i yang saya baca di novel Negeri 5 Menara:

    Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
    Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
    Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
    Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

    Aku melihat air menjadi rusak kerena diam tertahan
    Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

    Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
    Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

    Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
    Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

    Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
    Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
    (Imam Syafi'i)