Terilhami dari sebuah cerita teman di sebuah perguruan tinggi negeri di kota pahlawan.
A: mahasiswa (cowok)
B: dosen pembimbing A (cowok)
A dikenal kalem oleh kawan2nya di kelas, dan sekarang lg ngrjain TA.
B dikenal sebagai dosen terbaik dalam membimbing mahasiswanya. Ia rela berjam-jam menemani dan memberikan ilmunya kepada anak bimbingnya, tak terkecuali si A.
Si A mempunyai permasalahan yg agak rumit pada TAnya, yang si B sendiri belum bisa menyelesaikannya, hingga B meminta tolong kepada teman2nya yang udah magister & doktor.
Suatu hari A & B berada di lab hingga larut malam. Si B ternyata terlalu lelah malam itu dan ia tertidur duluan di mejanya berseberangan dengan meja si A. Perlu diketahui bahwa si B sudah memiliki 1 anak, dan istri & anaknya itu tinggal di daerah aslinya, jauuuh sekali dari tempat kerja B.
Pada malam itu mereka bermalam di lab seperti biasa. Tak disangka, si B dalam tidurnya mengigau (ngelindur) dan kemudian berkata:
"heiii A..., kamu kok kayak istriku ya...."
A: "haaaahhh...????", dilihatnya si bapak pembimbing masih terpejam. Dianggapnya sebagai candaan saja, tapi si B tetap pulas dalam tidurnya. Akhirnya dengan perasaan yang agak aneh A bergegas keluar pulang ke kos.
????? :D
No One Knows
hidup ini terlalu indah untuk sekedar hanya dipikirkan terlalu indah
Rabu, 18 April 2012
Kamis, 23 Juni 2011
BEBAS
Menyingsing pagi mata masih pedas
Tapi mandi harus bergegas
Hingga abai menyantap nasi beras
Ayu nan elok nampak di paras
Bersiap menghadapi berkas-berkas
Tak sangka keringat & peluh terperas
Tak hirau walaupun keras & panas
Terkadang hati tak jua puas
Serahkan semua kepada yang di Atas
Dia Tahu bagaimana harus membalas
Sebongkah asa tak boleh tergilas
Oleh barang secuil malas
Dia Tahu bagaimana harus membalas
Ini sudah tertulis olehNya punya “kertas”
Hingga saatnya nanti kau akan “bebas”
-fizzan-
suroboyo/22062011/06:28:22
Selasa, 21 Juni 2011
Selamat Tinggal
Aku berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya ?
Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?
Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta
Ah.......!!
Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............!!
Selamat tinggal ................!!
Ini muka penuh luka
Siapa punya ?
Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?
Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta
Ah.......!!
Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............!!
Selamat tinggal ................!!
Oleh: Chairil Anwar
Label:
Chairil Anwar,
Deru Tjampur Debu,
puisi,
Selamat Tinggal
Jumat, 17 Juni 2011
Kehidupan yang (harus) Berubah
Ditengah malam yang sunyi, angin semilir berhembus membawa hawa dingin menusuk tubuh hingga pembuluh darah. terdengar suara tangisan jabang bayi disertai sedikit tawa bahagia beberapa lelaki dan perempuan. beberapa detik berlalu terdengar lantunan irama menyebut nama besarNya. rintih sakit seorang wanita muda seolah hilang dan berubah menjadi senyum bahagia seiring terdengarnya tangisan seorang bocah laki-laki mungil berwarna merah.
ada kutipan bagus dari Imam Syafi'i yang saya baca di novel Negeri 5 Menara:
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak kerena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
(Imam Syafi'i)
ada kutipan bagus dari Imam Syafi'i yang saya baca di novel Negeri 5 Menara:
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak kerena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
(Imam Syafi'i)
Rabu, 24 Februari 2010
Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, "Pembukaan") adalah surat pertama dalam al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Al-Fatihah dinamakan Ummul Qur'an (induk Al-Quran/أمّ القرءان) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّ الكتاب) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula Assab'ul Matsaani (tujuh yang berulang-ulang/السبع المثاني) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.
Dengan pembukaan surat Al-Fatihah, kuucapkan puja dan puji syukur kepada Allah swt. yang masih memberikan segala kenikmatan begitu berlimpah kepada kami. Surah Al-Fatihah terasa begitu istimewa, karena di antara 114 surah dalam Al-Qur'an surat ini diletakkan paling depan. Sebagaimana pada hadits diceritakan :
Ketika aku sedang sembahayang, tiba-tiba dipanggil oleh Nabi saw. maka aku tidak menyahutnya sehingga selesai sembahayang, lalu aku datang kepadanya, Nabi saw. bertanya:
- "Apakah yang nenahan engkau daripada menyahut panggilan ku?".
- Jawabku (Abu Said), "Aku sedang sembahayang."Nabi saw. bersabda,
- "Tidakah Allah berfirman; "Hai orang yang beriman, sambutlah panggilan Allah dan Rasulullah bila memanggil kalian untuk menghidupkan kalian".
- Kemudian Nabi saw. bersabda,
- "Aku akan ajarkan kepada mu satu surah yang terbesar di dalam al-Qur'an sebelum keluar dari masjid ini".
- Berkata Abu Said, Lalu Rasulullah saw. memegang tangan ku, kemudian ketika hendak keluar dari masjid aku berkata,
- "Ya Rasulullah, tadi engkau berkata akan mengajar aku surah terbesar daripada al-Quran".
- Jawab Rasulullah saw.
- "Benar, Alhamdu lillahi rabbil alamin, itulah Assab'ul Matsaani dan al-Quran yang terbesar yang telah diturunkan Allah kepadaku".
- (HR: Ahmad, Bukhari, Abu Dawud, an-Nasa'i dan Ibn Majah)
Begitu Rasulullah saw. menyebut Al-Fatihah sebagai surah terbesar di dalam Al-Qur'an. Dan pastinya sangat besar kekuasaan-Nya menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman umat Islam.
Label:
Al-Fatihah,
Assab'ul Matsaani,
Ummul Qur'an
Langganan:
Postingan (Atom)